Majalah Gizone edisi 15, Juni 2010

Kalau Gizoners nyari denifisi alay di KBBI atau KUBI, jelas nggak akan ada, soalnya ini memang istilah baru yang ngetren di kalangan anak-anak gaul. Hare gene nggak ngerti alay? Patut deh, dipecat jadi anak muda! Begitu kali, komentar kalian. (Waduh, kok main pecat segala, emangnya terlibat markus, ya? Hihi).

Ada macem-macem kepanjangan dari kata ALAY. Ada yang menjadikan akronim dari Anak LAYangan, yakni sebutan untuk sosok yang ndeso, katrok, kampungan dan sejenisnya, karena yang biasa main layangan memang kebanyakan anak-anak desa (habis, di kota mana bisa main layangan, bisa-bisa tersangkut kabel listrik). Konon anak layangan ini, saking seringnya kepanasan, rambutnya jadi merah, trus kulitnya jadi hitam kelam. So, si Alay sering diidentikan pada anak-anak muda yang rambutnya disemir merah kayak bule, tetapi anehnya kulitnya kelam. Jadinya bule kecebur aspal!

Ada juga yang mendefinisikan sebagain ANAK LAYU, ANAK KELAYAPAN dan sebagainya. ALAY ini sering kali berteman dengan JABLAY. Tahu JABLAY? Jarang Dibelay. Ini lagunya Titi Kamal yang pernah ngetrend, yang jadi soundtrack film Mendadak Dangdut. Akhir-akhir ini, istilah jablay ditunjukan pada cewek-cewek kesepian yang senang keluyuran dan punya pergaulan yang nggak bener. ALAY dan JABLAY, satu paket deh!

Tapi, kepanjangan yang kayaknya paling banyak ‘disepakati’ oleh para ‘pengamat gaul’ barangkali adalah ANAK LEBAY. Nah, apa lagi tuh, LEBAY? Baca Selengkapnya