Posts from the ‘Ramadhan’ Category

Ramadhan: Multivitamin yang Menakjubkan !!


Majalah Gizone edisi 17, Agustus-September 2010
Oleh: Hatta Syamsuddin, Lc

Ramadhan yang dirindukan telah menjelang. Setiap kita mempunyai beragam cara untuk menyambutnya. Musim kebaikan tahunan ini memang tak layak untuk dilewatkan begitu saja. Bahkan Rasulullah saw. sejak awal mengadakan briefing peyambutan Ramadhan ditengah-tengah para sahabat. Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah saw. bersabda, ‘’Sungguh telah datang kepadamu sebuah bulan yang penuh berkah dimana diwajibkan atasmu puasa didalamnya, (bulan) dibukanya pintu-pintu surga. Dan ditutupnya pintu-pintu neraka jahannam, dan dibelenggunya setan-setan, didalamnya ada sebuah malam yang lebih mulia dari seribu bulan. Barang siapa diharamkan dari kebaikannya, maka telah diharamkan (seluruhnya)’’ (HR Ahmad, Nasa’I dan Baihaqi).

Ramadhan sering datang dengan tiba-tiba, dan berlalu begitu cepat tanpa terasa. Ia adalah momentum termahal yang pernah kita punya untuk mendulang pahala. Ini mirip bulan promosi dan besar-besaran yang ditawarkan di pusat-pusat perbelanjaan. Kebaikan nilai pahalanya menjadi berlipat-lipat, semua orang berburu memborongnya. Saya sering mengibaratkan Ramadhan itu bagaikan kita mendapat ‘’hadiah’’ di sebuah pusat perbelanjaan. Kita diberi kesempatan untuk mengambil semua barang belanja di dalamnya, namun hanya dalam waktu beberapa saat saja! Allah SWT menggambarkan dalam Al-Qur’an, ‘’(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu.” (QS. Al-Baqarah: 184)

Kita semua jika diberi kesempatan ‘’gratisan” semacam itu, pasti segera meloncat lalu berlari menuju rak-rak belanjaan untuk segera mengambil barang-barang , dari yang termahal hingga termurah. Nyaris tanpa henti hingga waktunya selesai.

Apa makna dari gambaran di atas? Satu arti yang harus kita pahami dan kita catat dengan baik adalah, bahwa Ramadhan memang benar-benar berbeda. Perlu interaksi, konsentrasi, dan energi yang berbeda pula dalam menyikapinya. Jangan sekali-kali menyamakan Ramadhan dengan sebelas bulan yang lainnya. Berbeda dan sungguh berbeda, bahkan mulai dari cara kita menyambutnya. Yang menyamakan siap-siap saja gulung tikar di hari-hari pertama.

Baca Selengkapnya

7 Trik Sukses Ramadhan


Majalah Girlie Zone

1. Mantapkan Niat
Niat ini penting banget teman, coz Rasul bersabda pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, innamal a’malu bin niyaat… sesungguhnya amalan itu bergantung pada niat. Kalau kamu memang niat pengin ‘be new you’ by Ramadhan, ya kuatin deh niat kamu.

2. Bikin Persiapan yang Matang
Menurut Ustadz Muhammad Haris, Rasulullah dan para sahabat, selalu menyambut bulan Ramadhan dengan penuh kegembiraan dan semangat. Sebaliknya, jika Ramadhan berlalu, mereka akan sangat sedih. Mereka selalu mempersiapkan jauh-jauh hari, bahkan mejadikan Ramadhan sebagai patokan pembagian fase hidup mereka. Yaks, terkait dengan Ramadhan, para sahabat memang membagi fase kehidupannya menjadi dua, yakni 6 bulan sebelum Ramadhan, yang digunakan untuk persiapan, dan 6 bulan sesudah Ramadhan, yang digunakan buat evalusai dan berdoa agar amal ibadahnya diterima Allah Azza wa Jalla. Bentuk persiapannya antara lain memperkuat fisik ( biar nggak sakit-sakitan ) trus memperbanyak puasa sebagai latihan, lebih banyak ibadah dan membaca Al-Qur’an, dan sebagainya. Rasulullah sendiri, pada bulan Sya’ban nyaris berpuasa sebulan penuh, dan dalam beberapa riwayat disebutkan beliau hanya berbuka ( tidak puasa ) diakhir bulan Sya’ban menjelang Ramadhan. Ini untuk membedakan antara bulan Sya’ban dan Ramadhan, coz di bulan Ramadhan kan kita kudu sebulan penuh berpuasa ( kecuali bagi yang berhalangan ).

3. Kuasai Ilmunya
Bulan Ramadhan ini bulan obral pahala, so jangan sampai lewat dengan begitu saja. Kamu kudu optimalkan dengan ibadah. Nah, badah ini perlu ilmu. Jadi, kuasailah ilmu tentang Ramadhan, mulai dari hukum puasa, ibadah-ibadah apa yang bisa dilakukan, apa saja keutamaan-keutamaan dan sebagainya. Teman-eman juga sebaiknya menghadiri acara-acara pengajian menjelang Ramadhan, trus borong tuh buku-buku tentang puasa. Mending jatah uang sakumu ditabung buat beli buku, daripada dipakai buat yang nggak terlalu penting. Bagi temen-temen yang belum lancar baca Qur’an, cari aja tempat-tempat belajat Qur’an. Jangan malu barengan sama anak-anak kecil di TPA masjid sekitar rumah kita. Dalam masalah ibadah, kita dilarang malu, tahu nggak?! Temen-temen juga sebaiknya sering-sering berkunjung ke rumah orang-orang shalih nan alim, biar ikut kecipratan keshalihan dan kealimannya. Maksudnya, kamu bisa menimba ilmu langsung dari dia. Selain itu, melihat keseharian orang-orang shalih itu sangat dahsyat lho, buat memicu semangat ibadah kita.

Baca Selengkapnya