Posts from the ‘Uncategorized’ Category

Puasa Arafah 2011 pada Hari Sabtu


Assalamualaikum Wr Wb.
Ustaz, pada 2011 ini, hari Arafah kemungkinannya jatuh pada Sabtu, apakah hukumnya puasa Arafah pada hari itu? Saya pernah mendengar ada hadis yang mengatakan, Nabi Muhammad SAW melarang berpuasa pada hari sabtu, kecuali puasa yang wajib saja.

Hamba Allah
Waalaikumussalam Wr Wb.

“Janganlah kalian berpuasa pada hari Sabtu, kecuali yang difardhukan oleh Allah SWT atas kalian. Jika salah seorang dari kalian tidak mendapati sesuatu pun (untuk dimakan pada hari Sabtu) kecuali kulit pohon anggur atau batang kayu pohon, hendaklah ia mengunyahnya!” (HR Ahmad dan para pemilik kitab al-Sunan, kecuali al-Nasa’i).

Hadis ini menjadi objek perbedaan pendapat ahli hadis. Di antara mereka ada yang menganggapnya dhaif atau lemah. Ada pula yang menilai mansukh (dihapuskan), serta ada yang menganggapnya kebohongan atas nama Rasulullah. Di sisi lain, ada yang mengatakannya hasan atau sahih dan ada yang menakwilkan dan menggabungkannya dengan hadis lain yang membolehkan puasa sunah pada Sabtu.

Setelah menyebutkan hadis di atas, Ibnu al-Qayyim menjelaskan bahwa Imam Malik menyebut hadis itu sebagai suatu kebohongan. Tirmizi berkata, ini adalah hadis hasan. Abu Daud mengungkapkan, hadis ini mansukh dan al-Nasa’i menjelaskan bahwa hadis tersebut mudhtharib. Sebagian ulama berpendapat, tidak ada pertentangan antara hadis ini dan hadis Ummu Salamah.

Hadis tersebut menerangkan, Nabi Muhammad sering puasa pada hari Sabtu dan Ahad karena larangan puasa pada hari Sabtu kalau dia mengkhususkan puasa pada hari itu saja. Sama dengan larangan mengkhususkan puasa pada hari Jumat saja tanpa puasa sebelum atau sesudahnya. Sebagian ulama mengatakan, meski sanad hadis ini perawinya dipercaya dan terkenal, tidak dapat jadi hujjah.

Alasannya, hadis ini mudhtharib dan matannya menyalahi hadis-hadis sahih yang menunjukkan boleh puasa hari Jumat dan hari setelahnya seperti hadis Juwairiyyah binti al-Harits. Rasul memasuki rumah Juwairiyyah pada hari Jumat dalam keadaan Juwairiyyah sedang berpuasa.

Rasulullah bertanya, “Apakah kamu berpuasa kemarin?” Ia jawab, “Tidak.” Beliau juga bertanya, “Apakah kamu juga akan berpuasa besok?” Ia menjawab, “Tidak.” Maka beliau bersabda, “Kalau begitu berbukalah (batalkan puasamu)!” (HR Bukhari). Juga puasa tiga hari di pertengahan bulan, puasa Daud, puasa Arafah, dan puasa enam hari bulan Syawal.

Dan, ada juga ulama yang membolehkan untuk mengkhususkan puasa pada hari Sabtu, yaitu pendapat al-Zuhri, al-Auza’i, Ibnu Taimiyyah, Ibnu al-Qayyim, dan salah satu riwayat dari Imam Ahmad. Hal itu berdasarkan hadis dari Ummu Salamah, “Bahwa kebanyakan hari Rasulullah berpuasa di dalamnya adalah Sabtu dan hari Ahad. Beliau berkata, “Keduanya merupakan dua hari raya kaum musyrikin. Aku ingin menyelisihi mereka (dengan berpuasa).” (HR Ahmad, Ibnu Khuzaimah, dan Ibnu Hibban).

Jumhur ulama berpendapat makruh hukumnya mengkhususkan hari Sabtu dengan puasa, tapi jika berpuasa sehari sebelumnya atau sesudahnya, menjadi tidak makruh. Ini adalah pendapat Mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’I, dan salah satu riwayat dari Imam Ahmad. Imam Tirmizi menjelaskan, makna makruh di sini adalah jika seseorang mengkhususkan hari Sabtu itu untuk berpuasa.

Karena orang Yahudi mengagungkan hari Sabtu. Kesimpulannya, boleh mengkhususkan puasa pada hari Sabtu jika ada sebab syar’inya, seperti hari Arafah, Asyura, puasa ayyamul bidh (tiga hari pertengahan bulan), tidak makruh hukumnya berpuasa pada hari Sabtu jika berpuasa sehari sebelumnya atau sesudahnya, dan makruh hukumnya jika ingin mengagungkan hari Sabtu.

Namun, alangkah baiknya jika kita juga berpuasa pada hari-hari sebelum Arafah dalam rangka keluar dari perbedaan tersebut dan juga untuk mengisi 10 hari pertama bulan Dzulhijjah dengan berpuasa. Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber: http://koran.republika.co.id/koran/14/146890/Puasa_Arafah_2011_pada_Hari_Sabtu

Iklan

Islam Memuliakan Wanita


Rasulullah saw. membuat empat garis seraya berkata: “Tahukah kalian apakah ini?” Mereka berkata: “Allah dan RasulNya lebih mengetahui.” Nabi SAW. lalu bersabda: “Sesungguhnya wanita ahli surga yang paling utama adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad saw., Maryam binti ‘Imron, dan Asiyah binti Mazahi.” (Mustadrak ash-Shahihain 2:497)

Sabda Rasulullah saw. yang lain: “Takutlah kepada Allah dan hormatilah kaum wanita.” (HR Muslim)

Itulah sebagai tanda cinta Islam kepada wanita. Islam memuliakan wanita, dan menempatkannya dalam kedudukan yang terhormat. Kita tahu, bahwa wanita itu makhluk yang lemah dan rentan terhadap tindak kejahatan.

Pelecehan seksual kerap mendera kaum wanita. Namun kita juga sering dibuat aneh dengan sikap wanita di jaman sekarang ini. Berlindung di balik kedok emansipasi, kaum wanita malah membuat peluang untuk dilecehkan. Karena menginginkan peran ganda dalam kehidupannya dan ingin bersaing dengan laki-laki, akhirnya mereka sendiri yang kedodoran menahan gempuran pelecehan seksual yang jelas membahayakan kesucian dan kehormatan dirinya.

Dalam masyarakat kapitalis, wanita sudah dijadikan komoditas yang diperjual-belikan. Mereka dijadikan sumber tenaga kerja yang murah dan dieksploitasi untuk menjual barang. Dan ini telah banyak memakan korban dan merendahkan martabat wanita yang dalam Islam sangat dihormati. Wal hasil, emansipasi yang sebenarnya mengangkat wanita dari perbudakan dan dominasi kaum pria, malah membuatnya semakin amburadul.

Baca Selengkapnya

Cowok Sok Pahlawan?


Cewek emang seneng ama cowok yang baik hati dan siap menolong. Bener nggak sih itu tabiat cowok? Gimana juga kalau malah sok pahlawan?

Suatu hari, sepulang dari aksi unjuk rasa di Bunderan HI, serombongan akhwat mau pulang dengan naik kereta listrik (KRL). Eh, mungkin karena sedang meleng, seorang akhwat nyaris celaka. Doski nggak sadar kalau KRL yang akan dinaikinya sudah akan berangkat, sementara sebelah kakinya masih ada di luar KRL. Beruntung, seorang ikhwan dengan sigap menarik tangan sang akhwat ke dalam KRL sehingga tidak nyungsep jatuh di pelataran stasiun, apalagi ke kolong KRL (hiii!). Merasa udah diselamatin jiwanya, sang akhwat berkali-kali ngucapin syukron en jazakallah khairan pada ‘the hero’, cowok tadi. Reaksi sang cowok? Nggak tahu, mesem-mesem kalee ya!

Cowok, berjiwa penolong?

Ehm, adegan ‘tolong menolong’ macam begitu jamak betul ada di mana-mana. Di film-film superhero kayak Spiderman en Batman, nggak keitung berapa kali kedua hero itu bikin penyelamatan. Apalagi kalau korbannya cewek, wah, kayaknya seru banget. Inget kan waktu Spidey nyelamatin Mary Jane (MJ) dari serangan Goblin di atas balkon?

Gara-gara ‘tugas’ superhero-nya itu, Peter Parker alias ‘si muka jaring’ Spiderman sempat depresi. Ia jadi nggak punya kehidupan pribadi. Ngerasa harus mengutamakan orang lain ketimbang kuliahnya, karirnya dan asmaranya ama MJ. But, kembali ia tersadarkan bahwa ia emang dikaruniai kekuatan untuk menolong orang lain. “Great power has great responsibility,” pesan Pamannya, Ben, yang meninggal di pangkuannya setelah di-dor pencoleng kelas teri.

Dari semua kejadian tolong menolong kayak begitu, cowok selalu dipandang sebagai pahlawan. Punya jiwa penolong yang gede. Apalagi kalau yang ditolongnya cewek, ghirah kepahlawannya jadi makin naik. Ini nggak cuma berlaku di dongeng klasik macam Sleeping Beauty atau Snow White, ada pangeran berkuda dengan zirah besi dan sebilah pedang, menyelamatkan putri nan cantik dari cengkraman penyihir jahat atau ular naga. Atau hanya ada di komik atau film macam Spiderman dan sejenisnya, tapi kejadian seperti itu emang riil. Pada Cowok melekat sosok pahlawan, juga sok pahlawan.

Coba deh amati sekitarmu. Di sekolah atau di kampus, kalau ada cowok yang ngeliat kamu (cewek) dalam kesulitan, misalnya susah markirin motor atau mobil, berat bawa bahan praktikum, atau kesusahan apa aja deh, selalu aja ada cowok yang siap menawarkan bantuan. Malah ada seorang cowok yang rela ngebiayain kuliah tunangannya sampai lulus. Ck, ck, ck.

Baca Selengkapnya

Kerenkan Dirimu, Sobat!


gaulislam edisi 171/tahun ke-4 (26 Shafar 1432 H/ 31 Januari 2011)

Pasti deh banyak orang menginginkan bisa tampil menarik, ganteng atau cantik lalu ditaburi puja-puji dan decak kagum dari mereka yang melihatnya. Jujur kan kalo kamu juga pengen bisa tampil keren dengan wajah yang amboi dirindu banyak orang? Sampe-sampe buat kamu yang kebetulan punya wajah jenis PPD alias Pas Pasan Deh tetap ngotot pengen dipermak. Bila perlu operasi plastik. Cuma ati-ati aja, kalo salah bahan tuh muka malah jadi ember. Wakakakak… eh nggak ding. Sori buat yang ngerasa udah mirip sama ember. Hehehe.. abisnya punya wajah katanya fotogenik. Difoto dekat sumur malah jadi mirip timbaan (aduh sori, jangan bikin rusuh ya dengan candaan gue model gini!)

Bro en Sis, tampil keren dan jadi idola, atau paling nggak bisa dikenal orang lah, adalah perasaan dan cita-cita yang ada di lubuk hati kita yang paling dalam. Buktinya, banyak orang yang secara sadar akhirnya ikut berbagai macam ajang pencarian bakat dari berbagai jenis keahlian: nyanyi, nari, olah vokal, joget (lho.. lho.. kok sama aja ya? Hehehe.. harap dipersori nih yang nulis lagi ngelantur. Maklum, kalo dikejar deadline gini jadi rada-rada slebor nih nulis. Pengen cepet beres, pengen cepet ngerjain tugas yang lain. Hasilnya? Ya, kamu bisa lihat sendiri isi tulisan ini. Kalo bagus ya alhamdulillah, kalo jelek yang jangan dikritik (pletak! Hehehe.. boleh ding, silakan kritik aja selama itu bisa baik buat semuanya. Ok?)

Yup, bukti bahwa kita-kita kepengen tampil keren dan bila perlu mengundang decak kagum orang yang melihat kita, adalah kita merasa senang banget kalo dipuji orang. Ngerasa bangga en bahagia kalo sampe dinanti-nanti kehadirannya. Wuih, pokoknya jadi bintanglah. Keren kan? Langsung aja rasakan sendiri. Banyak orang pengen eksis di situs jejaring sosial macam facebook. Biar eksis rela tampil narsis. Bikin status wall yang unik-unik. Saking narsisnya kadang ngabarin (entah kepada siapa, karena mungkin temennya sih udah pada molor semua jam 12-an malam mah), bahwa dirinya tengah berada di Puncak, misalnya. Terus nulis status di wall FB gini: “@ Puncak Pass. Bakar jagung sambil ditemani kuntilanak” (hehehe ini sih dusta, Bro. Aseli).

Baca Selengkapnya